Negara Mana Saja Yang Sudah Berupaya Untuk Menemukan Vaksin Virus Corona

Bagaikan sebuah kompetisi, berbagai negara berlomba-lomba untuk menemukan vaksin virus Corona COVID-19. Bahkan beberapa negara sudah ada yang mulai melakukan uji coba vaksin kepada manusia.

Proses pembuatan vaksin ini memang tidak sebentar, terlebih risiko kegagalan bisa saja terjadi karena kurangnya perhitungan dalam melakukan uji coba. Namun semua ini dilakukan demi kepentingan kesehatan masyarakat dunia, agar pandemi virus Corona bisa segera berakhir.

Berikut ini adalah beberapa daftar negara yang sudah mulai melakukan uji coba vaksin virus Corona.

1. Amerika Serikat

Uji coba pertama vaksin virus Corona pada manusia di Amerika Serikat (AS) dilakukan di Seattle pada Senin (16/3/2020). Ada sebanyak 45 orang yang menjadi relawan dalam uji coba ini.

Vaksin virus Corona ini diberi nama mRNA-1273, yang dikembangkan oleh para ilmuwan dari Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) dan para kolaborator dari sebuah perusahaan bioteknologi bernama Moderna di Cambridge, Massachusetts.

"Uji coba label terbuka akan melibatkan 45 relawan dewasa yang sehat, yang berusia 18-55 tahun, selama kurang lebih 6 pekan," jelas NIH dalam keterangannya.
2. China

Pemerintah China telah menyetujui tahap awal uji coba klinis untuk dua vaksin eksperimental virus Corona. Artinya dua vaksin eksperimental ini akan diuji coba kepada manusia.

Dua vaksin eksperimental ini dikembangkan oleh perusahaan Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing dan Institut Produk Biologis Wuhan. Menurut laporan Xinhua News Agency, uji coba klinis terhadap dua vaksin eksperimental itu telah dimulai.

Diketahui sebelumnya pada Maret lalu, pemerintah setempat juga memberikan lampu hijau untuk uji coba klinis terhadap vaksin eksperimental virus Corona yang dikembangkan oleh Akademi Sains Medis Militer China. Uji coba vaksin ini dilakukan kepada 108 orang sehat dan berlangsung antara 16 Maret hingga 31 Desember mendatang.
3. Inggris

Uji coba vaksin virus Corona pada manusia juga dilakukan di Inggris. Uji coba pertama ini dilakukan pada dua sukarelawan dari total 800 orang yang telah direkrut dalam penelitian.

Mengutip dari BBC, rencananya setengah dari total sukarelawan ini akan diberikan vaksin COVID-19, dan separuhnya lagi diberikan vaksin untuk meningitis. Namun tim peneliti tidak akan memberitahu para sukarelawan vaksin apa yang akan mereka terima dari kedua jenis itu.

Vaksin ini dikembangkan dalam waktu kurang dari tiga bulan oleh sebuah tim di Universitas Oxford. Pemimpin penelitian praklinis, profesor vaksinologi dari Jenner Institute, Sarah Gilbert merasa optimis bahwa uji coba vaksin ini akan berhasil.

"Tentu saja kita harus menguji vaksinnya dan mendapatkan data dari manusia. Kita harus mengetahui bahwa vaksin ini benar-benar bekerja dan menghentikan infeksi virus Corona pada seseorang, sebelum akhirnya digunakan pada populasi yang lebih banyak," jelas Gilbert.
4. Jerman

Pemerintah Jerman telah menyetujui uji coba vaksin virus Corona. Vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi bernama BioNTech, dan melibatkan sebanyak 200 orang sehat berusia 18-55 tahun.

Institut Paul Ehrlich yang mengawasi uji klinis vaksin virus Corona tersebut pada hari Rabu (22/4/2020) mengatakan uji coba akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang.

"Beberapa produk vaksin yang diperlukan untuk memerangi pandemi virus Corona akan disiapkan," jelas Institut Paul Ehrlich, dikutip dari Financial TImes.
5. Rusia

Pusat penelitian Rusia memastikan laboratoriumnya telah siap untuk uji coba vaksin virus Corona pada manusia. Vaksin tersebut rencananya akan diuji coba pada bulan Juli 2020 mendatang.

Dikutip dari AFP, Kepala Pusat Penelitian Negara Virologi dan Bioteknologi Vector, Rinat Maksyutov mengusulkan uji klinis tahap pertama vaksin untuk dilakukan pada 29 Juni 2020 dan melibatkan 180 orang sukarelawan.

"Kelompok-kelompok sukarelawan telah dibentuk, kami telah menerima lebih dari 300 pendaftar," ucap Maksyutov.
6. Australia

Australia mulai melakukan uji coba apakah vaksin bacille calmette-guerin (BCG) yang biasanya digunakan untuk memerangi penyakit tuberkulosis (TBC) dapat digunakan untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus Corona.

Sebanyak 2.000 staf rumah sakit Australia ikut dalam uji coba ini. Setengah dari relawan akan menerima vaksin BCG, sementara separuhnya lagi akan diberikan suntikan flu biasa.

Vaksin BCG pada awalnya dikembangkan untuk bekerja melawan TBC, tetapi diharapkan dapat membantu mengurangi kemungkinan tertular virus corona serta mengurangi keparahan gejala dan meningkatkan kekebalan dalam jangka panjang. Namun organisasi kesehatan dunia (WHO) tidak menyarankan penggunaan vaksin BCG untuk COVID-19.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel