Presensi Elektronik Sidik Jari Secara Online

Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, akan menerapkan presensi elektronik dengan sidik jari secara online dan datanya bisa dikirim ke orang yang membutuhkannya.

Kebijakan itu tidak hanya berlaku untuk murid, tetapi juga seluruh guru.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Prama Djaya mengatakan, dengan sidik jari, seluruh presensi siswa bisa diketahui oleh walinya. Demikian pula presensi guru, bisa diketahui suami atau istrinya.

"Semua akan dibuat transparan sehingga siswa bisa diketahui keberadaannya dan guru juga demikian," kata Prama, Rabu (28/9/2016).

Menurut dia, saat ini sudah ada sekolah yang mulai menerapkan presensi finger print, tetapi hanya untuk siswa. Setiap hari, data presensi siswa dikirim ke walinya melalui pesan pendek ke nomor ponsel masing-masing.

"Hasilnya cukup bagus karena wali murid banyak menanggapinya dengan serius dan memberikan dukungan kepada Disdik Pamekasan," kata Prama.

Adapun presensi untuk guru masih belum diberlakukan. Tidak semua guru setuju tentang hal itu.

(Baca juga )

"Kalau presensi saya dikirim ke suami, sementara suami saya bukan PNS, ini namanya diskriminasi. Andaikan suami saya sama-sama guru PNS, tidak ada masalah," kata seorang guru berinisial RR.

Ia berpendapat bahwa presensi online ini sebaiknya hanya diterapkan pada siswa. Adapun kehadiran guru ke sekolah cukup diketahui oleh kepala sekolah.

Sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, kata RR, kepala sekolah perlu mengetahui presensi guru dan persoalan di sekolah tidak perlu melibatkan orang luar sekolah.

"Kalau orang luar sekolah intervensi persoalan pribadi guru akan merusak aturan yang ada di sekolah karena sudah tidak independen," kata guru matematika tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel