Timesless Indonesia Festiva

Kementerian Pariwisata mendukung usaha membangkitkan pergelaran seni yang dikemas dalam Timesless Indonesia Festival (TIF). "Kami mendukung upaya pelestarian seni dan budaya yang bertema dengan TIF, sehingga potensi tersebut bisa dipromosikan lewat Bali," kata Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata HM Ahman Sya di Badung, Rabu malam.

Ia mengatakan hal itu, saat pembukaan TIF 2014 di Pantai Kelan, Kabupaten Badung, Bali. Ia mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan pelestarian dan pengembangan seni budaya di Indonesia agar tetap bisa dinikmati oleh generassi penerus. "Selain itu, kami terus melakukan upaya promosi seni budaya yang ada di Tanah Air. Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi kepada PT Konderatu Duta Nusantara yang mampu menyelenggarakan ajang TIF ini," katanya.

Ahmad Sya mengatakan promosi potensi yang dimiliki masing-masing provinsi tersebut, tepat di Bali, karena kunjungan wisatawan nusantara dan asing setiap tahun terjadi peningkatan. "Karena itu kami yakin peluang untuk menggaet wisatawan mengisi liburannya di luar Bali sangat besar. Hal itu, tergantung dari kesiapan masing-masing provinsi memberi pelayanan dan menyuguhkan kesenian khas daerah setempat," ujarnya.

Dia mengatakan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia bertujuan mengenal lebih dekat pemandangan alam, termasuk potensi seni dan budaya. "Kalau berbicara ragam kesenian, hanya Indonesia yang paling banyak memiliki seni budaya yang tersebar hampir di seluruh pulau (daerah, red.)," katanya.

Dengan ragam kesenian yang dimiliki Indonesia, kata dia, maka semua daerah wajib melakukan promosi ke daerah yang dianggap bisa lebih banyak menyebarkan kunjungan wisatawan asing, salah satunya di Bali. "Semua komponen harus bisa melakukan promosi seni budaya dalam upaya memeratakan kunjungan wisatawan ke daerah-daerah di Indonesia." katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel