Tim Peneliti Dari Arizona State University

Tim peneliti dari Arizona State University, Amerika Serikat, telah menemukan molekul organik baru pada pecahan batu meteorit yang jatuh ke Bumi di California, sekitar bulan April tahun lalu. Unsur organik itu belum pernah ditemukan di Bumi sebelumnya, termasuk di meteorit-meteorit yang jatuh ke Bumi.

Baru-baru ini, setelah menganalisis batuan meteorit yang jatuh ke Bumi pada 22 April 2012 silam di California, AS, peneliti telah menemukan molekul yang tidak pernah diduga sebelumnya, dilansir Space, 11 September 2013. Para peneliti meyakini, fragmen meteroit yang memiliki nama Sutter Mill itu mampu menjelaskan mengenai teori cairan primordial untuk menjelaskan tentang asal-usul kehidupan di Bumi.

"Meteor Sutter Mill berasal dari asteroid yang terletak di antara Planet Mars dan Jupiter. Meteorit memang terkenal memiliki banyak senyawa organik, dan beberapa di antaranya ditemukan di kehidupan Bumi," kata Sandra Pizzarello, ahli biokimia dari Arizona State University.

Pizzarello menambahkan, sepertinya molekul terbaru yang ditemukan di meteorit Sutter Mill mampu menjelaskan bahwa asal-usul kehidupan di Bumi berasal dari bahan-bahan yang ada di ruang angkasa. "Selama ini asal-usul kehidupan di Bumi tidak pernah diketahui. Jadi, tidak ada salahnya kami membuat gagasan baru dari temuan molekul organik baru tersebut," ujar Pizzarello.

Di temuan itu, para peneliti menganalisis dua fragmen meteorit Sutter Mill. Lalu, bahan-bahan kimia yang ada di meteorit diekstraksi dengan menggunakan bahan pelarut. Dari hasil analisis itu para peneliti berspekulasi untuk dapat menemukenali "cairan primordial" yang mampu menjelaskan tentang awal terciptanya kehidupan di Bumi.

"Tapi, dari hasil analisis itu hanya berisi senyawa organik yang sama dengan meteorit-meteorit yang sebelumnya juga pernah dianalisis. Melihat hasil itu kami semua sempat kecewa," tutur Pizzarello.

Di Luar Dugaan

Para peneliti pun tak patah arang. Mereka kemudian kembali menganalisis meteorit Sutter Mill dengan melarutkannya dengan meniru teknik hidrotermal pada Bumi. Hasilnya diluar dugaan. Meteorit ternyata mengandung molekul organik yang tidak pernah ditemukan di meteorit-meteorit sebelumnya.

"Kami berpendapat, molekul organik itu akan mampu menjelaskan mengenai senyawa yang berguna dalam sebuah evolusi prebiotik, atau kehidupan berasal dari pencampuran dan interaksi bahan kimia di atmosfer Bumi," tutup Pizzarello. Saat ini, penelitian lanjutan tentang batu meteorit itu berlanjut. Hasil penelitian sebelumnya telah diterbitkan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 9 September 2013.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel