PP Pelti

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) akan menambah jumlah kompetisi di dalam negeri setara level Federasi Tenis Internasional (ITF) untuk memberi kesempatan petenis nasional berl menghadapi peaga melawan petenis dunia sekaligus menambah poin ITF mereka.
    
"Pengalaman petenis saya harapkan mampu bertambah dan mereka memaksimalkan kesempatan meraih poin ITF yang lebih baik lagi mengingat turnamen diselenggarakan di dalam negeri," kata Ketua Umum PP Pelti Wibowo Suseno Wirjawan di kantor induk cabang olahraga tenis itu di Jakarta, Kamis.
   
Pemimpin tertinggi Pelti periode 2012-2017 itu akan menambah jumlah kompetisi menjadi 11 turnamen putra dan 10 putri yang dulunya hanya sekitar lima kejuaraan di masing-masing kategori.
   
Dia merencanakan akan melobi ITF agar memasukkan sejumlah agenda tenis di Indonesia dalam kalender turnamen mereka. "Selama ini kompetisi di dalam negeri berlevel internasional masih sedikit. Maka tahun depan akan kami perbanyak," kata Wibowo Suseno yang biasa dipanggil Maman itu.
    
Pelti sejauh ini masih mengandalkan petenis Christoper Rungkat dan Jessy Rompies untuk membawa nama Indonesia di level dunia. Dengan banyaknya turnamen maka mereka mengharapkan akan muncul Christo dan Jessy selanjutnya.
   
"Akan lebih baik lagi jika prestasi mereka sampai seperti Yayuk Basuki di tahun 90-an yang bisa masuk 50 besar dalam waktu satu setengah tahun," kata Maman.
   
Kakak kandung Ketua PB PBSI Gita Wirjawan itu mengatakan secara langsung atau tidak turnamen di dalam negeri tersebut diharapkan mampu memicu orang tua untuk mengarahkan anaknya terjun ke dunia tenis. Maka dengan banyaknya minat masyarakat akan memicu tumbuhnya klub-klub tenis.
   
"Kalau banyaknya petenis yang baru muncul maka akan memudahkan seleksi nasional demi mengorbitkan nama mereka atau membela tim tenis Indonesia," kata dia.
   
Selain itu, Maman menyiapkan pengembangan atlet di daerah dengan membagi kepengurusan menjadi enam koordinator wilayah agar lebih efektif fokus menggarap tenis di masing-masing daerah.
   
Enam korwil tersebut adalah Sumatera (Korwil I), DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten (Korwil II), Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan Bali (Korwil III), Kalimantan (Korwil IV), Sulawesi (Korwil V), NTT, NTB, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara (Korwil VI).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel