Mulai Tanggal 17 THM Kota Makasar Ditutup

Terhitung mulai 17 Juli, seluruh tempat hiburan malam (THM) di Kota Makassar ditutup. Pemkot dan pengusaha hiburan sepakat penutupan berlangsung selama Ramadan hingga sepekan pasca Idul Fitri 1433 H. Kendati demikian, penghentian operasional selama 40 hari tersebut tidak berlaku untuk poll billiar. Arena bola sodok tetap dibolehkan beroperasi pada siang hari dan setelah Salat Tarawih hingga sahur. Kepala Dinas Pariwisata Makassar Rusmayani Madjid mengungkapkan, penghentian operasional THM selama Ramadan diatur dalam Peraturan daerah (Perda) No 2 Tahun 2002 tentang Pengaturan dan Pemungutan Retribusi Usaha Kepariwisataan.

Namun, dalam perda tersebut tidak mengatur tentang penutupan poll billiar. “Karena tidak diatur,makanya poll billiar tetap dibolehkan buka selama Ramadan. Untuk siang mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita dan malam hari setelah Salat Tarawih hingga sahur,”katanya kepada media, kemarin. Rusmayani menjelaskan, Perda tersebut mengamanatkan THM wajib tutup H-1 Ramadan dan kembali beroperasi pada H+3 Idul Fitri.

”Tadi kita rapat dengan semua stakeholder agar THM ditutup sehari sebelum puasa sampai tiga setalah sebelumlebaran.Kalauadayang mau menutup lebih awal tidak masalah,kalau resminya sehari sebelum puasa,”ucapnya. Dia mengemukakan, apabila ditemui THM yang tetap buka dalam batas waktu yang ditentukan, maka akan diberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha. Sementara itu, Asosiasi Usaha Hiburan Makassar sepakat untuk menghentikan operasional pada H-3 Ramadan.

Ketua Harian Asosiasi Usaha Hiburan Makassar Zulkarnain Ali Naru mengatakan, kesepakatan itu disetujui pengusaha mewakili 128 THM di Makassar. Rencana penutupan itu juga mendahului instruksi Dinas Pariwisata yang meminta penutupan seluruh THM sehari sebelum puasa berdasarkan perda Kota Makassar nomor 5/2011 tentang daftar usaha pariwisata. “Kita akan mendahului Dinas Pariwisata dengan menutup lebih awal, tiga hari sebelum puasa karena bulan suci dan memberikan kesempatan kepada pegawai untuk pulang kampung. Ini hasil rapat kemarin di RM Kaisar dengan pengusaha THM,” jelasnya, kemarin.

Dia mengemukakan, sebagian besar pekerja formal dan non formal THM di Makassar berasal dari luar Kota Makassar. Temasuk pekerja yang mayoritas berasal dari Jawa. Disamping itu,lanjut dia,Asosiasi meminta kepada setiap pengelola THM agar membayar seluruh gaji berjalan dan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pegawainya sebelumTHM ditutup. “Kita imbau pengusaha agar segala sesuatu terkait gaji dan THR dibayar dua hari sebelum libur,”tandasnya.

Asosiasi Usaha Hiburan mencatat, saat ini terdapat 5.000 lebih karyawan THM di Makassar yang tersebar di diskotek, bar, klub malam, karaoke, pub, billiar. Jumlah ini terdiri atas sekitar 3.000 karyawan non formal dan 2.000 lebih karyawan formal. Terkait operasional arena billiar, Zulkarnain mengatakan, kendati tetap buka, pegawai wanita diwajibkan berpakaian tertutup aurat atau menyesuaikan diri dengan pakaian muslimah. Dia juga menjamin arena billiar tidak akan buka sebelum buka puasa dan tarwih.

“Biliar tetap buka setelah tarwih, dengan pakaian harus menyesuaikan.Ini tidak bertentangan dengan peraturan daerah Kota Makassar,”tegasnya. Zulkarnain menambahkan, terdapat sembilan arena billiar di Makassar dibawa naungan Asosiasi Usaha Hiburan. Poll billiar ini dilengkapi dengan fasilitas house music.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel