BBM Non Subsidi Untuk Kendaraan Dinas

Kendati pemerintah telah memberlakukan penggunan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi untuk kendaraan dinas,masih banyak pengguna yang enggan menggunakan pertamax. Sebaliknya, kendaraan pribadi di Kota Makassar masih mendominasi pembelian BBM jenis ini. “Mobil pribadi keluaran tahun 2010,lebih banyak membeli pertamax dibandingkan mobil dinas atau yang berpelat merah,” kata Manager Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPU) Jalan Gunung Bawakaraeng LBW Atihuta,kemarin.

Dia mengatakan, pembelian pertamax yang rata-rata 500 liter - 1.000 liter per hari,sekitar 70% lebih banyak diserap oleh pengguna kendaraan pribadi yang kendaraannya berkapasitas diatas 1.800 cc. Sementara mobil dinas yang membeli BBM nonsubsidi itu, lanjut dia, masih dapat dihitung dengan jari. Mungkin karena alasan disparitas harga yang dianggap cukup jauh antara Pertamax yang harganya Rp10.400 per liter dengan Premium atau BBM bersubsidi yang hanya Rp4.500 per liter.

Hal senada diungkapkan, staf SPBU di Jalan Masjid Raya, Makassar Subaedah. Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada spanduk yang di pajang dekat pintu masuk yang intinya bertuliskan agar mobil dinas dan kendaraan pribadi diatas kapasitas 1.800 cc.“Namun,masih ada yang antre di counter premium, sehingga kami terpaksa melayaninya,”katanya. Apabila disarankan menggunakan pertamax, lanjut dia, umumnya beralasan sudah diisi separuh pertamax, tinggal menambah dengan premium untuk menekan biaya pembelian BBM.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel