Mahasiswa Seokalah Tinggi Agama Islam

Mahasiswa Seokalah Tinggi Agama Islam (STAI) As’adiyah Sengkang mogok kuliah dan menyegel kampus kemarin. Ruangan yang mereka segel antara lain,kantor Ketua STIA, perpustakaan, dan tiga ruang kuliah. Selain itu, mahasiswa juga menuntut Ketua STAI Asa’diyah AG Yunus Pasanreseng mundur dari jabatannya. Tindakan dan tuntutan tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes terhadap pengelolaan manajemen kampus yang dinilai buruk. Sebelum menyegel kampus, mereka berorasi dan membakar ban bekas di halaman kampus.Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 Wita.

“Manajemen kampus ini buruk. Mahasiswa yang jadi korban. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, aksi mogok kuliah dan penyegelan akan terus berlangsung,” kata Sulfikar, koordinator aksi mahasiswa STAI. Dalam orasinya, mahasiswa mengungkapkan, manajemen kampus dikelola atas dasar suka dan tidak suka. Dosen-dosen berkualitas yang tidak disukai disingkirkan. “Dosen malas mengajar dan kondisi kampus tak kondusif sehingga mahasiswa tak semangat untuk kuliah,” ujar Sulfikar.

Dia mengungkapkan, pengelolaan dana di STAI Asadiyah juga tidak jelas. Pembinaan dan pengembangan kualitas dosen sangat minim.“Kami menuntut pembohongan terhadap mahasiswa baru bahwa ada beasiswa dihentikan,” ungkap dia. Imran, dosen di STAI Asadiyah mengatakan, pemicu demonstrasi mahasiswa ini karena banyak hal yang disembunyikan Ketua STAI Asadiyah AG Yunus Pasanreseng.

Sementara itu, Ketua STAI Asada’iyah AG Yunus Pasanreseng mengatakan, unjuk rasa dan penyegelan kampus sahsah saja dilakukan. Namun, untuk menurunkan seseorang dari jabatannya, ada mekenisme yang harus dilalui. Terkait masalah transparansi keuangan itu sudah diverifikasi oleh yayasan dan tidak ada masalah.Yang jelas, apa yang dilakukan teman-teman mahasiswa itu sah-sah saja,” kataYunus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel