Hari pertama Djarum Sirkuit Nasional

Hari pertama Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Sulawesi Selatan Open 2012 sangat padat oleh jadwal pertandingan. Panitia mempertandingkan 220 nomor dan digelar sampai pukul 23.00 WIB. Hal ini disebabkan Sirnas Sulsel yang merupakan rangkaian Sirnas keempat di seluruh Indonesia ini merupakan pelaksanaan dengan peserta terbanyak. Dengan begitu, kualifikasi harus digelar sampai hampir tengah malam, bahkan setelah panitia menggunakan enam lapangan untuk pertandingan.

“Pertandingan untuk tiga hari pertama memang akan sangat padat. Sirnas ini merupakan yang paling banyak peserta dibanding di daerah lain sebelumnya. Peserta sebanyak 766 atlet dari 99 klub dan 17 provinsi sehingga nomor pertandingan mencapai 807 pertandingan,”ungkap Sekretaris Panitia Sirnas Atman Amir, kemarin.

Meskipun, dari beberapa nomor pertandingan yang semestinya berlangsung harus dibatalkan setelah salah satu pemain memilih mundur. Sebanyak 21 nomor pertandingan sampai kemarin siang tidak dipertandingkan karena dimenangkan dengan walkover(WO). “Memang ada beberapa daerah yang urung niat bertanding.

Entah karena memang berhalangan atau juga karena segan dengan atlet-atlet unggulan dari klub ternama,“ tutur Atman. Beberapa pebulu tangkis lokal juga masih terus menunjukkan tren positif, di antaranya atlet dari PB ICLI Gowata, Raenaldi W di nomor tunggal pemula putra. Raenaldi mampu meraih dua kemenangan setelah menundukkan Ahmad Annurofic dari PBSI Sinjai di kualifikasi pertama.

Sementara pada kualifikasi kedua Raenaldi kembali menang mutlak dua set langsung, yakni 21- 10 dam 21-11 mengalahkan Adhe atlet Hikma Makassar. Di nomor pemula putri,tak ada persaingan yang begitu ketat.Di nomor ini hampir didominasi oleh atlet unggulan yang sebelumnya telah diprediksi akan bersaing ketat.

Hanya Mychelle Chrystine Bandasa dari PB Djarum yang sedikit membuat kejutan.Atlet ini mampu menungguli unggulan ke-12, yakni Pranitya Sulistya dari Pelatprov Bali. “Melihat atlet yang turun, persaingan sepertinya ketat di nomor pemula,khususnya tunggal putra. Pasalnya, tak banyak atlet dari luar yang turut di nomor ini. Para atlet didominasi binaan daerah di PBSI Sulsel dan juga klub-klub luar Jawa,“ papar Atman.

Meski begitu,di beberapa nomor seperti tunggal remaja putra dan putri serta dewasa masih didominasi atlet unggulan dari Jawa. Para atlet yang berasal dari klub besar ini diprediksi kembali bertemu di partai-partai puncak.“Mungkin akan ada nama baru yang akan muncul dan membawa angin segar bagi tim PBSI daerah atau juga salah satu klub tuan rumah,“ ujarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel