Dugaan Korupsi Pengadaan dan Pemasangan Kabel Bawah Tanah

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) telah memeriksa sekitar 11 pihak rekanan serta PT PLN terakit dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan kabel bawah tanah dengan anggaran Rp100 miliar. Untuk sementara ini kami baru memeriksa sekitar 11 orang saksi dari pihak rekanan dan pihak PT PLN, dan status terperiksa itu hanya sebagai saksi,” ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Sulselbar Chaerul Amir di Makassar,kemarin. Meskipun dirinya mengakui telah memeriksa sekitar 11 orang saksi, namun dia enggan membeberkan identitas dari para terperiksa yang memberikan keterangan kepada penyidik pidana khusus kejati.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi baik dari pihak yang mengetahui soal kelistrikan khususnya dari PLN Jasa Sertifikasi, pemasangan tersebut sebenarnya belum layak diujicobakan untuk aliran listrik bawah tanah dari Kecamatan Bontoala menuju Tanjung Bunga Makassar. ”Sepertinya proyek ini dipaksakan untuk dikerjakan, makanya tidak maksimal. Sampai sekarang saja, listriknya belum difungsikan meski seluruh anggarannya sudah dikucurkan 100%,”katanya.

Yang pasti, kata mantan Kepala Kejari Tangerang ini,kasus dugaan korupsi pemasangan kabel listrik ini akan diusut tuntas karena indikasi korupsinya sangat kuat. Sebelumnya, tim Kejati Sulselbar telah menelusuri dugaan adanya korupsi puluhan miliar pada pengadaan dan pemasangan kabel bawah tanah milik PLN yang terletak di sebagian wilayah Kota Makassar dengan anggaran Rp100 miliar. Pemasangan kabel bawah tanah yang dilakukan PLN yakni mulai dari Kecamatan Bontoala hingga wilayah Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.

Proyek pengadaan dan pemasangan kabel bawah tanah itu dikelola oleh konsorsium dari beberapa gabungan perusahaan yakni, PT Dwiva Konekra, PT Energi Selaras,PT Multi Pabrindo dan PT Temancom sebagai pihak rekanan. Berdasarkan data yang diperoleh kejaksaan, total anggaran dana yang bersumber dari APBN itu sebesar Rp100 miliar lebih. Dia merinci, anggaran sebesar itu terdiri atas pengadaan kabel yang total anggarannya sebesar Rp86 miliar lebih. Sementara untuk dana pemasangan kabelnya berkisar Rp18 miliar lebih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel