Pengembangan koridor Sulawesi

Kebutuhan anggaran untuk pengembangan koridor Sulawesi dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ditaksir mencapai Rp2.400 triliun. Ketua koordinator pengembangan koridor Sulawesi Fadel Muhammad mengungkapkan, Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) sudah memutuskan untuk mem-percepat pembangunan dan pengembangan koridor Sulawesi melalui berbagai proyek infrastruk- tur. Kisaran investasinya Rp2.400 triliun untuk keseluruhan di Sulawesi, ungkap Fadel usai rapat koordinasi percepatan MP3EI di kantor Kementerian bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut, salah satu proyek yang akan dikembangkan di koridor Sulawesi adalah pembangunan rel kereta api yang membelah pulau Sulawesi bagian utara hingga selatan. Desain konsep rel kereta double track sepanjang 2.000 KM tersebut sudah disiapkan pemerintah sehingga pembangunannya siap dilaksanakan. Berapa estimasi nilai investasi pembangunan infrastruktur perhubungan tersebut,mantan Gubernur Gorontalo tersebut tidak mengungkapkan dengan alasan masih dalam tahap pendalaman.

Dia hanya menyebut, investor dari Rusia siapa mendanainya. Realisasi pelaksanaan proyek tersebut akan ditindaklanjuti saat pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan delegasi dari Rusia pada November 2011. Pihak Rusia akan datang ke Indonesia dalam rangka Asean Summit. Lebih jauh dia menuturkan, rencananya pembangunan rel kereta tersebut akan dihubungkan dengan pembangunan rel Bukaka di daerah Makassar yang rencananya akan dikembangkan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Banyak proyek swasta yang akan dikembangkan di koridor Sulawesi, dan seluruhnya akan dihubungkan, ujarnya. Ketua Pokja Connectivity Lukita Dinarsyah Tuwo mengungkapkan, ada inisiatif untuk meningkatkan infrastruktur untuk pertanian dalam upaya menggejar ketahanan pangan di kawasa tersebut. Menurutnya, hal itu sangat dibutuhkan. Karena memang Sulawesi adalah koridor dengan tema produksi dan pengolahan pertanian,”kata Lukita. Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa menyatakan kesiapan pengusaha nasional mendukung proyek MP3EI.

Komitmen tersebut perlu terus diperkuat supaya ada keinginan dari pengusaha untuk mendorong dan mempercepat realisasi proyek-proyek yang sudah ditetapkan. Yang paling penting kan realisasi dan pem-bangunannya bisa di kongkretkan. Itu yang kita harapkan, tegas Erwin di tempat yang sama. Diakuinya, pengembangan koridor Sulawesi membutuhkan infrastruktur yang sangat besar.

Hal tersebut membuat pihak swasta berfikir dua kali untuk membangun pabrik atau industri manufaktur di koridor ini. Sebab, jika tidak infrastruktur yang tersedia semisal listrik, jalan, dan pelabuhan, maka ini menjadi beban pengusaha. Yang ingin masuk untuk berinvestasi disana harus membangun listrik, jalan. Ini merupakan biaya tinggi bagi mereka, jelasnya. Pengusaha berharap, kerja sama antara pemerintah dan swasta tidak merugikan salah satu pihak.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo selaku Ketua I Koridor Sulawesi mengungkapkan, pertemuannya kemarin di Jakarta belum membahas secara spesifik mengenai pembangunan infrastruktur serta anggaran yang dipergunakan nantinya. Yang jelas, pengembangan Koridor Sulawesi nantinya akan menghubungkan seluruh pelabuhan, bandara, serta industri yang ada di Sulsel, maupun provinsi lainnya.

“Selain itu, kita persiapkan SDM untuk menyusun rencana peningkatan sektor pertanian, tambang dan industri yang menjadi andalan di Sulawesi, akunya saat dihubungi kemarin. Dia menambahkan, dalam pertemuan MP3EI selanjutnya, Kota Makassar akan bertindak sebagai tuan rumah, dengan dihadiri enam gubernur di Sulawesi serta Fadel Muhhamad. Untuk anggaran di tiaptiap sektor nantinya akan dibahas di Makassar. Disitu sudah masuk tahap selektivitas program yang diharapkan mampu direalisasikan secara tepat.

Baik itu anggarannya berbasis APBN, swasta, atau pun investasi,” bebernya saat dihubungi via ponselnya. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur menyebutkan, dari Rp2.400 triliun anggaran untuk Koridor Sulawesi, Rp900 triliun di antaranya berasal dari swasta, sedangkan selebihnya dari APBN. Khusus pendanaan dari swasta maupun investor, kata dia, diharapkan untuk pembiayaan program yang terkait dengan sektor pertambangan, infrastruktur, serta pengadaan kapal khusus lintas Sulawesi.

Disinggung mengenai proyek serta infrastruktur yang masuk di Sulsel, Tan Malaka mengaku, beberapa di antaranya dimanfaatkan untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur yang dimiliki sekarang ini. Di antaranya, pembangunan kereta api Makassar- Parepare yang nantinya dikembangkan untuk lintas Sulawesi, peningkatan jalan lintas provinsi, pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, penyelesaian Pelabuhan Untia Makassar, Pelabuhan Garongkong Barru.

Selain itu, menurut pria kelahiran Jeneponto ini, proyek yang termasuk mendukung Koridor Sulawesi yakni perbaikan jalur selatan-selatan (Takalar-Jeneponto-Bantaeng- Bulukumba), infrastruktur kelistrikan di Kab Jeneponto sebesar 500 mega watt yang sementara ini dikerjakan oleh PT Bosowa. “Untuk anggaran yang dikucurkan nantinya, kita belum tahu. Yang jelas, pertemuan untuk membahas anggarannya itu dilakukan di Makassar, pada dua minggu mendatang,”pungkasnya yang saat dihubungi masih berada di Jakarta.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel