Penghasil pangan di Indonesia

Pemerintah bertekad menjadikan kawasan timur Indonesia (KTI) menjadi penghasil pangan di Indonesia. Upaya ini dilakukan lantaran perluasan lahan pertanian di KTI cukup dimungkinkan dibandingkan di Pulau Jawa. Kami kesulitan membuka lahan (pertanian) baru di Jawa. Lahan yang sudah ada saja sudah banyak yang dialihfungsikan ke penggunaan nonpertanian. Karena itu, kami akan membuka seluas mungkin lahan pertanian di luar Jawa, terutama di KTI,” ujar Menteri Pertanian Suswono.

Pembukaan lahan pertanian di KTI ini sekaligus juga mengurangi ketergantungan pangan, terutama beras dari kawasan Indonesia bagian barat. Selama ini sentra pangan di KTI hanya ada di Provinsi Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mencetak lahan pertanian seperti yang dilakukan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Di daerah ini, Mentan meluncurkan kawasan pangan terpadu dalam skala luas (food estate), tepatnya di Delta Kayan di Satuan Permukiman (SP) 8, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Selor. Dalam kegiatan press tourke Kabupaten Bulungan, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Gatot Irianto mengatakan, setelah membuka food estate di Delta Kayan, Kementan juga akan membuka food estate di Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Saat ini baru Kabupaten Bulungan dan menyusul Pontianak dan Kubu Raya yang menyiapkan lahannya untuk food estate,”ungkap Gatot.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel