Kemacetan di Kota Palembang

Kemacetan di Kota Palembang terbilang cukup mengkhawatirkan. Satuan Lalu Lintas Polresta Palembang mencatat, terdapat 43 titik kemacetan yang tersebar di sejumlah kawasan di Palembang. Kepala Polresta Palembang Kombes Pol Agus Sulistiyono saat di ruang kerjanya kemarin mengatakan bahwa 43 titik kemacetan itu semuanya harus diatasi dengan mencari solusinya. ”Palembang tergolong kota metropolis dengan tingkat kemacetan yang sudah tinggi, (karena itu) semua kemacetan harus diatasi,” ujarnya kemarin. Adapun 43 titik kemacetan itu di antaranya yang paling parah di Jalan Kol H Burlian, Jalan Veteran Simpang Rajawali, Simpang Charitas, Bundaran Air Mancur, Jalan R Sumato Simpang Patal,dan jalan A Yani. ”Masih banyak titik kemacetan lainnya, sebelum SEA Games semuanya harus sudah normal,”tegasnya.

Menurut orang nomor satu di Polresta Palembang ini, kemacetan di Palembang merupakan hal yang urgen dan harus diatasi segera. ”Untuk mengatasi 43 titik kemacetan itu memang bukan hal yang mudah, tetapi jika kita bekerja bersama-sama dengan instansi terkait,yakni Dinas Perhubungan (Dishub), mudah-mudahan bisa terselesaikan,”imbuhnya. Selama dirinya menjabat sebagai Kapolresta Palembang, penanganan kemacetan dan kriminalitas menjadi fokus. ”Selain kemacetan lalu lintas di Palembang, tingkat kriminalitas juga masih cukup tinggi.

Makanya, saat ini saya masih mendata di mana lokasi dan waktu rawan aksi kriminalitas itu terjadi,” sebutnya. Dia mengungkapkan, pendataan tempat dan waktu rawan aksi kriminal dilakukan guna mengambil tindakan antisipasi. ”Setelah kita ketahui lokasi yang rawan dan waktunya, baru kita tempatkan Polisi yang patroli sesuai desk masing-masing,” ungkapnya. Yang paling penting, sambung Agus,adalah terjalinnya kerja sama yang baik dari seluruh anggota, baik dari Shabara, Reskrim,Intelkam,Lantas, maupun Binmas.”Jika sudah terjadi sinergi,keamanan di Palembang akan tercipta sesuai cita-cita bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas perhubungan (Kadishub) Kota Palembang Masrifin mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian dalam rangka mencari solusi mengatasi kemacetan yang terjadi. ”Jalan keluar untuk mengatasi kemacetan kita konsultasi juga dengan dewan lalu lintas,” katanya. Menurut dia, kemacetan itu terjadi karena ruas jalan di Palembang ini sudah tak seimbang lagi dengan pertumbuhan kendaraan di Palembang. ”Salah satu solusinya adalah melakukan pelebaran jalan, menertibkan parkir di pinggir jalan dan mengurangi operasi bus kota,” pungkasnya. Demikian catatan online Asurano tentang Kemacetan di Kota Palembang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel