Harus meninggalkan kelurga tercinta

Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga almarhum Briptu Marwin Ardiansyah dan BrigadirToni, kemarin. Peristiwa lakalantas membuat mereka harus meninggalkan kelurga tercinta termasuk buah hati yang masih balita. Orang tua Briptu Marwin Suhar H Sidik, 60, dan Rustiati, 55, terlihat sedih dan seakan tidak percaya kehilangan putra tercintanya secepat ini. Ditemui di rumah duka di Jalan Kapten A Rivai, Lorong Muawanah III,No 18, RT 3/2, Kelurahan 26 Ilir D I, Kecamatan IB I, kemarin keduanya terlihat berusaha tabah menghadapi cobaan.

Namun, saat jenazah Marwin dibawa dengan ambulan dari Kamar Mayat RSMH Palembang ke rumah duka, isak tangis terdengar kencang di ruangan tempat jenazah dibaringkan. Kesedihan mendalam juga menyelimuti istri almarhum Ria Nopianti,25,yang seharihari bertugas sebagai perawat di RS Siti Khoddijah Palembang.Wanita yang dikenal ramah ini terus menitikkan air mata seraya memegangi tubuh almarhum suami tercinta.

Korban Marwin meninggalkan dua anak yang masih balita, M Farel Akbar, 5, dan Aurelia,1. Kedua bocah yang masih lucu itu harus kehilangan ayahanda tercinta karena lakalantas yang terjadi pagi kemarin.Adapun jenazah korban Briptu Marwin rencananya dimakamkan di TPU Puncak Sekuning, hari ini sekitar pukul 10.00 WIB, sambil menunggu keluarga orang tua istri korban dari Bandung. Kapolresta Palembang, Kombes Pol Agus Sulistiyono sempat datang ke rumah duka untuk melayat setelah sebelumnya datang ke rumah almarhum Brigadir Toni Bahar. Rumah duka dipenuhi pelayat mulai dari tetangga, teman sekantor, dan ibu Bhayangkari.Suhar,bapak korban mengaku tidak ada firasat kalau anak lelakinya akan pergi selamanya.

“Dak katek pirasat apoapo, korban ini memang anaknyo kocak dari kakak dan adiknya. Anaknyo ado dua, yang besak masih TK,” jelasnya dengan raut wajah sedih mengingat anaknya yang ke 4 dari 5 bersaudara ini. Sementara sang bunda Rustiati, mengatakan sebelum kejadian korban pernah datang ke rumah untuk pamitan karena akan pergi tugas. Saat berkunjung, korban menawarkan dirinya untuk dibelikan oleholeh.“ Sempat nak belike oleholeh, tapi aku ngomong dak usahlah. Kalu kau nak makso beli kain panjang be kalau be pacak untuk anak kau,”tukasnya. Sedangkan istri korban Ria Nopianti, menjelaskan tidak memiliki firasat apapun.Sebelum kejadian,tepatnya Minggu (1/5) sekitar pukul 22.00 WIB, korban hanya mengatakan akan mengikuti apel di Polresta Palembang. Setelah apel, korban akan pergi bertugas ke lauar kota.

Sebagai isteri, Ria sempat melarang korban supaya tidak berangkat.Tetapi dijawab korban tidak bisa karena tugas kantor yang tidak dapat ditinggalkan. Mendengar alasan itu, Ria menyutujuinya dan berpesan supaya berhati-hati saat bertugas. Sekitar pukul 00.00 WIB,kemarin korban mengirim pesan singkat melalui sms mengatakan kalau dirinya berangkat tugas dan selanjutnya mereka selalu berhubungan melalui ponsel. Sekitar pukul 03.00 WIB, Ria mengirim sms menanyakan keberadaan korban yang dibalas korban masih di jalan sampai Prabumulih dan bentar lagi sampai di Palembang. Karena merasa tidak enak perasaannya, istri korban sekitar pukul 04.00 WIB menelpon korban, tetapi ponselnya tidak aktif.

“Saya mendapatkan kabar kecelakaan ini sekitar pukul 09.00 WIB dari Polisi yang juga teman suami saya. Katanya suami saya sudah di rumah sakit,”katanya. Sedangkan pihak keluarga Marwin mengungkapkan, sekitar dua minggu lalu uwak korban meninggal dunia dan sebelumnya berpesan supaya korban memandikannya. “Supaya kalau nanti bapak meninggal sudah mengerti. Namun korban langsung menyangkalnya dengan mengatakan, ai bapak ni jangan ngomong cak itu. kagek mungkin aku duluan,”jelas anggota keluarga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu, almarhum Brigadir Toni meninggalkan seorang istri Agustina dan satu anak yang masih kcel.Tak hanya itu, saat ini Agustina sedang mengandung 7 bulan anak keduanya. Kapolresta Palembang Kombes Pol Agus Sulistiyono saat di rumah duka mengatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia. “Kita nanti akan memberikan santunan dan untuk pemakaman sendiri dilakukan secara kedinasan,” ujarnya kemarin. Demikian catatan online Asurano tentang harus meninggalkan kelurga tercinta.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel