Sutarmi 44

Sutarmi 44, sudah dua tahun ini hanya tergolek lemah akibat tumor perut. Kondisi perutnya kian hari makin membesar dan mengeras seperti wanita hamil. Ibu dua anak ini pun terpaksa keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan konveksi Morich karena sudah tidak bisa beraktivitas seperti orang normal. Sutarmi kini tinggal bersama neneknya di Lingkungan Krajan RT06/I Kelurahan Wujil Kecamatan Bergas.

Penyakit tumor yang menyerang perut Sutarmi ini diketahui 2010 lalu, setelah dilakukan medical check-up di RSUP Dr Karyadi Semarang. Dokter yang menangani Sutarmi kemudian menyarankan untuk dilakukan operasi. Akhirnya Juni 2010, berkat bantuan dana dari beberapa kerabatnya dan mendapat pengurangan biaya operasi akhirnya bisa dioperasi.

”Pemerintah hanya bisa memberikan bantuan melalui SKTM, tapi tidak bisa memasukkannya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas),” papar Sutarmi kemarin. Kakak Sutarmi, Heru purnomo, 45, prihatin melihat kondisi yang dialami adiknya. Sebenarnya dia sudah berusaha membantu sekuat tenaga. Namun, dia tak dapat berbuat banyak karena kondisi ekonomi keluarganya juga sedang terpuruk. Demikian catatan online Asurano tentang Sutarmi 44.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel