Sejumlah tokoh lintas agama

Sejumlah tokoh lintas agama bersama Pemkot Yogyakarta kemarin mendeklarasikan Kota Yogyakarta sebagai kota toleran. Deklarasi ini ditandai dengan peluncuran baliho dan banner berisi seruan perdamaian untuk mewujudkan toleransi umat beriman di Kota Yogyakarta.

“Kami berkaca dari kejadian- kejadian di daerah-daerah lain, bagaimana isu mengenai agama sangat rentan untuk menimbulkan konflik. Inilah yang ingin kami cegah agar tidak terjadi di Yogyakarta yang sudah tenteram nyaman ini,”kata Koordinator Pelaksana Aliansi Jogja untuk Indonesia (AJI) Damai Subkhi Ridho yang ditemui dalam acara launching baliho dan banner Seruan Perdamaian dari tokoh lintas agama di balai kota kemarin. Selama ini kondisi Kota Yogyakarta relatif aman dari konflik yang timbul karena persoalan SARA. Jika menilik dari kondisi di lapangan, ternyata ada pula beberapa contoh kasus pertentangan di luar Kota Yogyakarta.

“Untung saja kejadian tersebut tidak menjadi besar dan dapat segera ditangani. Karena itulah, kami butuh gerakan yang konkret dan adanya dukungan dari pemerintah sebagai pihak yang lebih bisa didengar oleh masyarakat luas,”paparnya. Ketua AJI Damai Roni Simatupang menuturkan, pihaknya telah membuat baliho dan standing banner berisi seruan perdamaian sebagai cara untuk mewujudkan toleransi umat beriman di Kota Yogyakarta. Dua baliho dan empat standing banner tersebut akan dipasang di sejumlah lokasi strategis seperti di Taman Pintar, di sekitar Balai Kota Yogyakarta, stasiun, terminal dan tempat-tempat ramai lainnya. “Isinya merupakan ikrar bersama tokoh lintas agama di DIY sebagai hasil sarasehan tokoh lintas agama di provinsi tersebut pada akhir Desember 2010.

Ini merupakan tekad kami untuk menjaga kerukunan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama dan juga pemerintah,” tandasnya. Roni menegaskan, keanekaragaman adalah bagian tidak terpisahkan dan merupakan fakta yang nyata dari keberadaan Bangsa Indonesia sehingga seharusnya keragaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan bersama yaitu Indonesia yang jaya dan berbudaya. Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengedepankan kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, sikap toleransi tersebut juga harus didasarkan pada rasa keadilan.

“Keadilan tidak hanya pada agama tetapi juga mampu menyangkut bidang sosial dan ekonomi karena tujuan utamanya adalah terciptanya kesejahteraan masyarakat,”paparnya. Dengan adanya ikrar bersama antarseluruh tokoh agama tersebut, diharapkan dapat membuat Yogyakarta semakin layak mendapat predikat istimewa. Demikian catatan online Asurano tentang Sejumlah tokoh lintas agama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel