Puluhan calon pengurus DPD II Partai Golkar Makassar

Puluhan calon pengurus DPD II Partai Golkar Makassar tidak menghadiri kegiatan orientasi partai yang digelar di Sekretariat Golkar Makassar, kemarin. Kegiatan awal menjelang pelantikan pengurus partai berlambang beringin itu hanya dihadiri 98 orang calon pengurus dari total 196 orang. Dengan demikian, jumlah pengurus yang mangkir pada kegiatan itu mencapai separuh dari jumlah pengurus yang ada. Informasi yang beredar,ketidakhadiran para kader tersebut merupakan bentuk pembangkangan terhadap keputusan tim formatur dalam menetapkan komposisi pengurus. Sejumlah elite Golkar Makassar yang tidak hadir, antara lain Ince Adnan Mahmud, Yusuf Gunco, dan Haris Yasin Limpo.

Yugo, sapaan akrab Yusuf Gunco yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan orientasi itu. Ketua Komisi A DPRD Makassar itu juga mengaku belum mendapatkan jas partai yang akan digunakan pada saat pelantikan. “Jangankan undangan lewat SMS (short message service),pemberitahuan tentang kegiatan itu juga tidak ada. Selain itu, saya juga belum mendapat panggilan untuk mengukur jas partai,”katanya.

Ketua DPD II Golkar Makassar Supomo Guntur yang dikonfirmasi terpisah menepis anggapan bahwa ketidakhadiran para calon pengurus itu merupakan bentuk protes atas susunan pengurus yang sudah ditetapkan formatur. Wakil Wali Kota Makassar itu menjelaskan,ketidakhadirankader tersebut patut ditolerir lantaran kegiatan itu digelar mendadak.“Kami baru mengundang melalui SMS sehingga kemungkinan mereka agak terlambat,” tutur Supomo seusai membuka kegiatan orientasi.

Terkait sikap Yugo dan Ince Adnan Mahmud yang menolak susunan pengurus yang ditetapkan formatur, pria yang akrab disapa Karaeng Sewang itu mengatakan,ketetapan tersebut sudah menjadi keputusan kolektif tim formatur. Dia hanya menyarankan kepada Yusuf Gunco untuk bersikap legowo. “Tak ada yang ditinggalkan dalam organisasi ini. Saya berharap Pak Yugo lebih baik diam dan berintrospeksi diri.Saya sudah bertemu dengan beliau dan dia menyatakan telah menerima keputusan formatur,” ujarnya.

Saat berbicara pada kegiatan orientasi tersebut, Supomo yang juga mantan Sekkot Makassar ini mengaku tidak akan menolerir calon pengurus yang tidak hadir pada acara pelantikan yang dijadwalkan digelar pada 28 Februari di Hotel Grand Clarion.Pelantikan itu akan dipimpin langsung Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, sikap tegas tersebut sebagai bukti keseriusannya dalam menakhodai Golkar Makassar lima tahun ke depan.

Supomo berjanji akan mencopot pengurus yang tidak aktif.Begitupun dengan pengurus organisasi sayap Golkar Makassar yang tidak aktif. “Saya libas semua kalau tidak aktif,”ujar Supomo yang langsung mendapat aplaus dari peserta orientasi. Diketahui, pengurus Golkar Makassar periode 2010-2015 mendatang didominasi wajah baru. Sejumlah mantan pengurus partai politik (parpol) di Sulsel turut bergabung di partai berlambang beringin tersebut.

Para mantan anggota parpol itu yakni Rifai Saguni dan Rafli Fauzi. Dua politisi tersebut merupakan mantan pengurus PDIP Sulsel. Mereka diplot sebagai pengurus bidang. Mantan pengurus parpol lainnya yang dipastikan bergabung yakni Anshari Sirajuddin (PDK Sulsel) dan Nurdin Tajri (PKPI). Nurdin diplot sebagai wakil sekretaris. “Saya meminta kepada politisi yang bergabung di Golkar untuk segera mengundurkan diri dari partai sebelumnya atau menandatangani kesediaan menjadi pengurus di Golkar,”pungkas Supomo.

Sementara itu, Yugo terus menuntut tim formatur Golkar Makassar untuk menjelaskan secara gamblang alasan dirinya tidak dimasukkan dalam struktur pengurus harian. Yugo hanya ditempatkan di posisi Dewan Pertimbangan (Wantim). “Punna tena bajikku, kodiku u’rangi (kalau tidak ada kebaikan saya,keburukan saya saja diingat). Harusnya pengurus bisa lebih terbuka menjelaskan kondisi ini,” ungkapnya kemarin. Menurut Ketua Komisi A DPRD Makassar itu,hingga kini belum ada penjelasan dari tim formatur mengenai terdepaknya dia dari susunan pengurus.

Hal itu dia pertanyakan karena struktur kepengurusan Golkar Makassar cukup gemuk, yakni terdapat 16 orang wakil ketua. “Apa dosa saya terhadap Golkar. Padahal kalau dikatakan bekerja, saya selalu bekerja untuk Golkar. Partai ini yang membesarkan saya, hingga saya tidak mungkin berkhianat. Jadi formatur harusnya bisa menunjukkan apa dosa saya sehingga tidak diakomodir,”ujarnya. Yugo juga mempertanyakan kapasitas kekaderan orang-orang baru yang masuk dalam struktur kepengurusan Golkar Makassar saat ini.

“Jangan sampai ke depan jumlah kursi yang ada terus turun. Dulu Golkar punya 23 kursi di Dewan Makassar,periode selanjutnya turun menjadi 16 kursi. Saat ini hanya 11 kursi.Saya khawatir nanti turun lagi karena tim yang tidak solid,” tandasnya. Yugo menegaskan,jika tim formatur dapat memberikan penjelasan dan dapat dia dipahami, maka dirinya dengan lapang dada akan menerima. Dia berharap penentuan kepengurusan tidak didasari pertimbangan suka atau tidak suka karena hal itu dinilai dapat menghancurkan Golkar.

Menurut Yugo,tanpamasukmenjadi pengurus harian Golkar Makassar pun dirinya tetap akan bekerja dan mengabdi bagi konstituennya. Sementara itu, sepekan sebelum pelantikan pengurus Golkar Makassar, tersiar kabar duka. Salah satu calon pengurus yang disebut- sebut akan menempati posisi wakil ketua, yakni Saleh Manda, meninggal dunia, Senin (21/2) dini hari kemarin.“Kami sedang berduka, sehingga belum membicarakan masalah pengganti almarhum (Saleh Manda),” ujar kader Golkar Makassar Rahman Pina kemarin. Demikian catatan online Asurano tentang Puluhan calon pengurus DPD II Partai Golkar Makassar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel