Kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Palopo mengancam menggelar aksi unjukrasa besar-besaran apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar memanggil Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri menjadi saksi dalam kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI.

Ketua DPC PDIP Palopo Alfri Jamil menegaskan, pihaknya menolak pemanggilan terhadap Megawati karena itu dinilai merusak citra PDIP sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia. “Kami menolak jika Ketua Umum PDIP, Megawati dipaksa menjadi saksi kasus DGS BI karena beliau tidak terkait sama sekali dengan kasus itu,” tegas Alfri saat menggelar jumpa pers di Sekretariat DPC PDIP Palopo, kemarin. Alfri didampingi Sekretaris DPC PDIP Palopo Idwar Anwar dan 15 pengurus harian DPC,termasuk sembilan pimpinan anak cabang (PAC) se-Kota Palopo.

Bahkan, kata dia, kader dan pengurus PDIP di Palopo siap berangkat ke Jakarta untuk berunjukrasa ke KPK bersama kader dan simpatisan PDIP lainnya dari seluruh Indonesia.“Kami siap turun jalan dan ikut aksi PDIP ke KPK sebagai bentuk protes atas pemanggilan ketua umum kami,”tandas Alfri. PDIP Palopo menilai, pemanggilan Megawati untuk diperiksa sebagai saksi sarat dengan unsur politik yang muaranya merusak citra PDIP di masa mendatang, terutama menghadapi Pemilu 2014.

Pemanggilan Ketua Umum PDIP Megawati juga dinilai sebagai bentuk penghinaan dan penzaliman kepada PDIP di seluruh wilayah Indonesia. Alasannya, Megawati sama sekali tidak terindikasi terlibat dalam kasus suap DGS BI.“Hanya akal-akalan mafia politik saja yang bermaksud menjatuhkan citra PDIP dan Ibu Mega.Kami akan melawan siapapun yang mencoba menginjak-injak kehormatan partai,” tegas anggota DPRD Palopo ini. Dia menambahkan, “PDIP di Luwu Raya, terutama di Palopo, akan menjadi garda terdepan mengamankan Ketua Umum PDIP,” tegasnya. Demikian catatan online Asurano tentang Kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel